Yah, beginilah perempuan. satu kesalahan saja bisa menghapus ingatan akan sejuta kebaikan.
Sabda Nabi SAW: "Dan aku melihat neraka, aku belum pernah melihat pemandangan seperti pemandangan hari ini sebelumnya. dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita. para sahabat bertanya : kenapa wahai Rosulullah? beliau menjawab : karena kekufuran mereka. para sahabat berkata : karena kufur terhadap Allah? beliau bersabda : karena kekufuran mereka terhadap suami, dan kekufuran mereka terhadap kebaikan (suami). jika engkau berbuat baik kepada mereka sepanjang satu tahun, kemudian mereka melihat ada sedikit keburukan dalam dirimu, maka mereka akan berkata : saya tidak pernah melihat kamu berbuat baik sedikitpun." (HR Bukhori dan Muslim)
lantas saya jadi berfikir, begitu jugakah dengan diri saya? sayapun mengingat-ingat sikap ketika tidak menyukai sesuatu atau seseorang. Dan, kesimpulannya adalah....
Sepertinya hal tersebut berlaku pada diri saya juga, hehehe. soalnya, kalo ada orang yang membuat saya ilfeel (eh, bener gak ya tulisan ilfeel seperti ini, :D ), ya sudah... sussah untuk mengembalikannya seperti semula. duh, gak adil juga yaa. tapi sekarang udah mendingan kok, sudah berusaha untuk lebih objektif dalam menilai segala sesuatu.
masih mengeluh juga? padahal sudah dikasih nikmat islam dan iman. gak ngebayangin kan, kalo dilahirkan di keluarga lain. akankah ketemu dengan kebenaran agama-Nya.
masih mengeluh juga? punya kaki untuk berjalan, sepasang tangan utuh, kedua mata dan telinga sehat, indra penciuman berfungsi dengan baiknya, bisa berbicara...
masih mengeluh juga? Bapak dan ibu siap membela, mendukung, membantu, menjaga, melindungi, menyayangi, mendoakan, kapan saja dimana saja. irin_walaupun kadang ogah-ogahan dan sebel dengan tingkah laku buruk_tetap setia mendengarkan apa saja, membantu, teman bersekongkol yang menyenangkan. bagas, meskipun sering cela, jahil, dia siap membantu, mendukung, menyegarkan suasana. keluarga yang lain, ah, kurang apa mereka?
masih mengeluh juga? memiliki teman-teman hebat, perhatian, penyayang...
masih mengeluh juga? bisa lulus dari kampus tercinta yang mungkin bagi sebagian besar orang butuh waktu panjang untuk melewatinya
masih mengeluh juga? tidur di kasur empuk, dibawah atap genteng (bukan beratapkan langit), di dalam kamar hangat, fasilitas cukup lengkap. bukan dibawah jembatan atau di depan ruko seperti yang sering dilihat ketika pulang jam sebelas malam.
masih mengeluh juga? bisa makan nasi (gak basi) tiga kali sehari
masih mengeluh juga? diluar sana banyak yang tidak bisa melakukan hal yang disuka. disini bisa membaca, internetan,,
masih mengeluh juga?
>>untuk diri sendiri yang teringat nasehat bapak dulu, dadi wong iku ojo seneng ngeluh, dadi wong ki sing nrimo...
masih mengeluh juga? punya kaki untuk berjalan, sepasang tangan utuh, kedua mata dan telinga sehat, indra penciuman berfungsi dengan baiknya, bisa berbicara...
masih mengeluh juga? Bapak dan ibu siap membela, mendukung, membantu, menjaga, melindungi, menyayangi, mendoakan, kapan saja dimana saja. irin_walaupun kadang ogah-ogahan dan sebel dengan tingkah laku buruk_tetap setia mendengarkan apa saja, membantu, teman bersekongkol yang menyenangkan. bagas, meskipun sering cela, jahil, dia siap membantu, mendukung, menyegarkan suasana. keluarga yang lain, ah, kurang apa mereka?
masih mengeluh juga? memiliki teman-teman hebat, perhatian, penyayang...
masih mengeluh juga? bisa lulus dari kampus tercinta yang mungkin bagi sebagian besar orang butuh waktu panjang untuk melewatinya
masih mengeluh juga? tidur di kasur empuk, dibawah atap genteng (bukan beratapkan langit), di dalam kamar hangat, fasilitas cukup lengkap. bukan dibawah jembatan atau di depan ruko seperti yang sering dilihat ketika pulang jam sebelas malam.
masih mengeluh juga? bisa makan nasi (gak basi) tiga kali sehari
masih mengeluh juga? diluar sana banyak yang tidak bisa melakukan hal yang disuka. disini bisa membaca, internetan,,
masih mengeluh juga?
>>untuk diri sendiri yang teringat nasehat bapak dulu, dadi wong iku ojo seneng ngeluh, dadi wong ki sing nrimo...
saya merasa, semakin tidak penting saja pembahasan dan tingkah laku orang-orang. suka heboh dan membesar-besarkan sesuatu yang kurang substansial. satu video lipsync plus joged india saja menggemparkan seluruh negeri. menjadi bahasan eksklusif di beberapa acara tv, dan selalu diulang-ulang beritanya. sudah melihat beritanya, pas berita itu nongol di channel tv lain, tetap aja di tonton. padahal isi beritanya sama. gak ada hal lain yang bisa dikerjakan apa...
infotainment menjadi santap pagi, siang, sore, malam. apa yang di dapat sih dari nonton infotainment? suka banget denger kabar selebritis. kayak dapat timbal balik positif secara langsung aja. emang kenapa kalo tahu si A begini, si B begitu, si C lagi ada kasus, rumah si D baru, dan lain lain. gak ngaruh sama hidup kita juga kan? kayak sudah selesai aja semua pekerjaan rumah...
mbangun gedung baru milyaran rupiah. gak penting banget kalee. yang penting tuh undang-undang jadi, dilaksanakan dengan baik dan benar. dari ratusan rancangan undang-undang saja, cuma berapa yang benar-benar jadi undang-undang.
bagaimana bisa_ribuan anak putus sekolah, ribuan warga gak punya rumah, ribuan orang pengangguran, ribuan balita kelaparan, ribuan, bahkan mungkin ratusan ribu Warga Negara Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan_dianggap tidak penting. justru mbangun gedung baru milyaran rupiah jauh lebih penting. benar kan, tingkah laku orang-orang semakin gak penting.
ya sudahlah. yang penting saya akan selalu berusaha gak ikut-ikutan untuk bertingkah tidak penting. dan saya berusaha mengajak orang yang bisa diajak untuk melakukan hal yang penting, dengan cara saya sendiri.
ya Allah, hamba tahu bahwa semua perbuatan kelak akan dipertanggungjawabkan. bimbing hamba untuk melakukan segala sesuatu yang baik, bermanfaat, dan bisa dipertanggungjawabkan. dan ampuni hamba jika masih ada yal yang tidak penting yang hamba lakukan ya Allah... aamiin.
pernah merasakan perasaan seperti ini? tertawa terbahak-bahak tapi hambar. menangis hanya sekedar mengeluarkan air mata. sesuatu yang biasa terasa menyenangkan jadi membosankan...
ah, entahlah, kenapa diriku hari ini.
*sok melankolis, agak lebay juga.
ah, entahlah, kenapa diriku hari ini.
*sok melankolis, agak lebay juga.
memang, semuanya mudah saja bagi Allah. menciptakan manusia, bumi, serta alam semesta saja mudah bagiNya, apalagi 'hanya' menentukan nasib seorang manusia. manusia yang sangat kecil sekali, yang tidak ada apa-apanya dibanding alam semesta.
manusia tinggal di bumi. dibandingkan dengan matahari, bumi bagaikan debu diatas nampan (hehehhe, perumpamaannya kok aneh yaa). betapa kuecilnya manusia...
sedangkan didalam galaxy bimasakti, matahari aja gak kelihatan! bumi juga, apalagi manusia!
itu baru galaxy bimasakti. bagaimana matahari dibandingkan alam semesta yang terdiri dari berjuta-juta galaxy....
dan yang terpenting, bagaimana kedudukan manusia di jagad raya ini? wah... gak kebayang, betapa amat sangat kuecillnya manusia. (kalo mau lebih jelas melihat pebandingan planet-matahari-galaxy, klik http://edybasuki.blogspot.com/2009_05_01_archive.html)
subhanallah, walhamdulillah, wa Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar!
segalanya mudah bagi Allah. mudah saja Allah menjadikan si A pemenang undian berhadiah uang 1 Milyar rupiah. termasuk mudah saja bagi Allah menjadikan seseorang biasa menjadi populer dalam sekejap dengan meng-up load video lipsync di you tube. dan mudah saja Allah mengambil uang serta kepopuleran tersebut.
dan saya yakin, mudah bagi Allah untuk mengganti sesuatu yang hilang dariku (optimis Allah akan memberi ganti yang jauh lebih baik, hehhe).
terbukti. manusia begitu tak berdayanya. herannya, kesombongan semakin merajalela saja.
---gak jelas hari ini nulis apa. yang penting hari ini nulis saja.
Pantas Allah melarang berprasangka. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Hujurat: 12)
karena, disangka yang bukan-bukan itu memang tidak mengenakkan. "prasangka kan bisa bener..." kata sebagian orang. iya, tapi itu bisa satu banding seribu.
gak nongol di sebuah rapat aja, pengurus lain udah mikir yang macam-macam. gak komitmen lah, gak bener lah, gak bertanggungjawablah, padahal belum tahu alasan yang jelas dan benar. bisa saja kan sakit. tapi, dengan alasan sakit pun, kadang masih gak dipercaya. dan ada aja yang berprasangka, sakitnya gak bener-bener sakit kali... sakit ringan yang seharusnya masih bisa datang rapat.
atau datang telat, udah ijin sebelumnya, pas nyampe dicuekin, dijutekin. karena telat. mikirnya, telat pasti karena gak serius, gak niat. telat berarti tidak bertanggungjawab. padahal belum nanya datang telat kenapa. bisa juga kan, ada hal mendesak yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.
gak ikut sebuah event, dibilang apalah... lebih mementingkan urusan dan kesenangan sendiri daripada orang banyak. padahal gak ada yang ngasih tahu ada event itu. ya nanya lah,, masa' harus dikasih tahu dulu. ye, wong gak ada angin gak ada hujan, mana kepikir pertanyaan seperti itu.
dalam sebuah tim. nawarin diri nih, ada yang bisa dibantu atau gak. eh, malah disinisin. yah, nawarin bantuan baru sekarang. kenapa gak dari kemarin-kemarin. lah, masih mending ini masih menawarkan bantuan. orang yang gak perduli, sama orang yang nawarin bantuan meski telat, kok lebih dijutekin yang nawarin bantuan yaa. yang gak peduli, gak diapa-apain sama sekali tuh. dapat sanksi sosial aja enggak.
gak bales sms, udah marah-marah duluan. padahal memang baru buka sms, habis dalam perjalanan.
gak ngangkat telpon, dikira menghindar. padahal hapenya ketinggalan.
diem, gak ngomong, dikira lagi marah. padahal sedang berfikir dan merenung mencari solusi.
sakit karena kecapekan, dibilang sakit karena mikir terlalu dalam. yah, siapa juga yang mikir dalem, apalagi mikir aneh-aneh.
tulisan ini bukan bermaksud apa-apa. hanya menggambarkan betapa tidak nyamannya mendapat prasangka buruk, sehingga diri ini lebih fokus pada prasangka baik.
ya Allah, jauhkan hamba dari berprasangka buruk. aamiin.
*ditulis 30 Agustus 2010
*ditulis 30 Agustus 2010
