Kamera di dunia saja sejelas ini. Allah malah tidak perlu kamera untuk mengawasi manusia. Jadi, kenapa kebanyakan manusia (termasuk saya) merasa malunya jika ada kamera saja???
Astaghfirullahaladziim...
kok dari kemarin saya coba men-delete gak bisa. ayolah virus, pergi dari kompie ku. bikin berat saja, juga mengambil sebagian memori. haduh, kalo lama-lama gak bisa di delete, si prosesor bisa luluh lantak! dan matilah kompieku [huaa, jangan sampai terjadi deh]. g i m a n a c a r a d e l e t e v i r u s i n i ? ? ?
GOOD BY,
KAU TIDAK AKAN MEMBUATKU JATUH
HIDUPKU TIDAK HANYA MEMIKIRKANMU
RUGI
PADAHAL BANYAK HAL YANG BISA KULAKUKAN DENGAN WAKTU YANG ADA
MENGINGAT DAN TERUS MEMIKIRKANMU TANPA SOLUSI KONKRET HANYA MEMBUANG WAKTU DAN TENAGAKU YANG SEHARUSNYA BISA KUGUNAKAN UNTUK HAL YANG LEBIH BERMANFAAT
GOOD BY
KAU TIDAK AKAN BERHASIL MENGGANGGUKU
CUKUPLAH SEPANJANG HARI INI SAJA
BESOK AKU AKAN BANGKIT
DENGAN SEMANGAT BARU
UNTUK MEWUJUDKAN MIMPI ITU
GOOD BY
AKU AKAN MENGACUHKANMU
FOKUS
SEDIKIT-SEDIKIT LAMA-LAMA JADI BUKIT
AKAN AKU PRAKTEKKAN PERIBAHASA ITU
DISERTAI TEKAD, DISIPLIN, KERJA KERAS, SERTA KESABARAN
KESABARAN TAK BERHINGGA
SEMOGA
Senin, 02 Mei 2011, 00:14:57
Huffft. Huaaaaaaa, ternyata urusan ini tidak sesederhana yang kupikirkan. What should i do now?
Benar-benar tidak punya ide harus bagaimana. Hanya bisa pasrah saja.
>>Yakin Allah akan menunjukkan jalan.
Benar-benar tidak punya ide harus bagaimana. Hanya bisa pasrah saja.
>>Yakin Allah akan menunjukkan jalan.
Yah, beginilah perempuan. satu kesalahan saja bisa menghapus ingatan akan sejuta kebaikan.
Sabda Nabi SAW: "Dan aku melihat neraka, aku belum pernah melihat pemandangan seperti pemandangan hari ini sebelumnya. dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita. para sahabat bertanya : kenapa wahai Rosulullah? beliau menjawab : karena kekufuran mereka. para sahabat berkata : karena kufur terhadap Allah? beliau bersabda : karena kekufuran mereka terhadap suami, dan kekufuran mereka terhadap kebaikan (suami). jika engkau berbuat baik kepada mereka sepanjang satu tahun, kemudian mereka melihat ada sedikit keburukan dalam dirimu, maka mereka akan berkata : saya tidak pernah melihat kamu berbuat baik sedikitpun." (HR Bukhori dan Muslim)
lantas saya jadi berfikir, begitu jugakah dengan diri saya? sayapun mengingat-ingat sikap ketika tidak menyukai sesuatu atau seseorang. Dan, kesimpulannya adalah....
Sepertinya hal tersebut berlaku pada diri saya juga, hehehe. soalnya, kalo ada orang yang membuat saya ilfeel (eh, bener gak ya tulisan ilfeel seperti ini, :D ), ya sudah... sussah untuk mengembalikannya seperti semula. duh, gak adil juga yaa. tapi sekarang udah mendingan kok, sudah berusaha untuk lebih objektif dalam menilai segala sesuatu.
masih mengeluh juga? padahal sudah dikasih nikmat islam dan iman. gak ngebayangin kan, kalo dilahirkan di keluarga lain. akankah ketemu dengan kebenaran agama-Nya.
masih mengeluh juga? punya kaki untuk berjalan, sepasang tangan utuh, kedua mata dan telinga sehat, indra penciuman berfungsi dengan baiknya, bisa berbicara...
masih mengeluh juga? Bapak dan ibu siap membela, mendukung, membantu, menjaga, melindungi, menyayangi, mendoakan, kapan saja dimana saja. irin_walaupun kadang ogah-ogahan dan sebel dengan tingkah laku buruk_tetap setia mendengarkan apa saja, membantu, teman bersekongkol yang menyenangkan. bagas, meskipun sering cela, jahil, dia siap membantu, mendukung, menyegarkan suasana. keluarga yang lain, ah, kurang apa mereka?
masih mengeluh juga? memiliki teman-teman hebat, perhatian, penyayang...
masih mengeluh juga? bisa lulus dari kampus tercinta yang mungkin bagi sebagian besar orang butuh waktu panjang untuk melewatinya
masih mengeluh juga? tidur di kasur empuk, dibawah atap genteng (bukan beratapkan langit), di dalam kamar hangat, fasilitas cukup lengkap. bukan dibawah jembatan atau di depan ruko seperti yang sering dilihat ketika pulang jam sebelas malam.
masih mengeluh juga? bisa makan nasi (gak basi) tiga kali sehari
masih mengeluh juga? diluar sana banyak yang tidak bisa melakukan hal yang disuka. disini bisa membaca, internetan,,
masih mengeluh juga?
>>untuk diri sendiri yang teringat nasehat bapak dulu, dadi wong iku ojo seneng ngeluh, dadi wong ki sing nrimo...
masih mengeluh juga? punya kaki untuk berjalan, sepasang tangan utuh, kedua mata dan telinga sehat, indra penciuman berfungsi dengan baiknya, bisa berbicara...
masih mengeluh juga? Bapak dan ibu siap membela, mendukung, membantu, menjaga, melindungi, menyayangi, mendoakan, kapan saja dimana saja. irin_walaupun kadang ogah-ogahan dan sebel dengan tingkah laku buruk_tetap setia mendengarkan apa saja, membantu, teman bersekongkol yang menyenangkan. bagas, meskipun sering cela, jahil, dia siap membantu, mendukung, menyegarkan suasana. keluarga yang lain, ah, kurang apa mereka?
masih mengeluh juga? memiliki teman-teman hebat, perhatian, penyayang...
masih mengeluh juga? bisa lulus dari kampus tercinta yang mungkin bagi sebagian besar orang butuh waktu panjang untuk melewatinya
masih mengeluh juga? tidur di kasur empuk, dibawah atap genteng (bukan beratapkan langit), di dalam kamar hangat, fasilitas cukup lengkap. bukan dibawah jembatan atau di depan ruko seperti yang sering dilihat ketika pulang jam sebelas malam.
masih mengeluh juga? bisa makan nasi (gak basi) tiga kali sehari
masih mengeluh juga? diluar sana banyak yang tidak bisa melakukan hal yang disuka. disini bisa membaca, internetan,,
masih mengeluh juga?
>>untuk diri sendiri yang teringat nasehat bapak dulu, dadi wong iku ojo seneng ngeluh, dadi wong ki sing nrimo...