Menantikan percakapan dengan makhluk, tapi lupa bahwa percakapan dengan Sang Khaliq adalah lebih utama. Ah, dasar saya.
Jogja, 30 September 2015 19:22
Ya Allah... tentang ketidakpastian akan masa depan, seharusnya membuatku giat bekerja dan berprasangka baik. Karena Engkau sudah menjamin rejeki setiap hamba. Engkau juga sudah berfirman bahwa orang yang berbuat baik akan mendapatkan balasan yang baik juga. Engkau sudah menjamin akan mengabulkan setiap doa pula.
Tapi ini kenapa malah aku mengkhawatirkan banyak hal. Allah... maafkan hamba yang lemah iman ini... Aamiin.
Jogja, 18 Oktober 2015 12:49 WIB
Mas: Dek, mau dikado apa?
Adek: (cuma senyum-senyum aja)
Aku: Dek, bilang sama Mas, "mau ngasih kado kok bilang-bilang to Mas, kan ndak surprise"
Adek: (masih senyum-senyum, tanda setuju milih kado sendiri)
Maka pagi itu kami berangkat ke pasar swalayan untuk membeli kado pilihan Dek Nafis sendiri, :)



