Menurutku, teman yang pengertian adalah, dia tidak akan membicarakan sesuatu yang bisa membuat temannya merasakan kesedihan ketika mengingat sesuatu itu.
Jika tema obrolan itu bisa membuat hati seseorang terluka, sebaiknya tidak dibicarakan saja. Meskipun tema tersebut bisa membuatmu bangga.
Jogja, 13 Mei2014
Sepertinya pertanyaan: untuk apa aku melakukan ini, untuk apa melakukan itu, mengapa begini, dan mengapa begitu akan terus berada dalam benakku setiap waktu. Sampai sekarang aku masih mempertanyakan, untuk apa aku kuliah lagi, belajar sistem komunikasi, belajar bahasa arab, mengerjakan penelitian, juga mengajar TPA sesekali. Aku masih tidak tahu pasti untuk apa melakukan kegiatan itu semua. Aku hanya bisa berharap, semoga apa-apa yang aku lakukan tersebut bisa bermanfaat untuk diriku sendiri dan orang lain, di dunia dan akhirat. Dan semoga bisa membuat Allah ridho.
Hari ini aku menyadari, bahwa aktivitas teman-temanku dalam sehari bisa sangat padat. Mereka bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu satu hari. Dalam mengerjakan sebuah pekerjaan, mereka bisa berfikir cepat dan langsung action. Aku langsung melihat diriku sendiri, dan mendapati bahwa betapa aku berbeda dari mereka dari segi kecepatan berfikir, bertindak, dan memanfaatkan waktu. Mereka selalu sigap berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain. Dari satu tugas ke tugas lain. Mereka seperti gak punya rasa capek. Sedangkan aku... ah, semoga aku bisa meniru kebiasaan baik mereka itu.
Kesalahan itu ada
kesombongan, juga keegoisan
aku menyesal
ampuni hamba, Tuhan
Jogja, 280314 03:00
Ada hati
disini
menanti
ada jiwa
tak putus berdoa
:ada aku
Jogja, 280314 02:56